Thursday, August 16, 2018

GI Rudy Kurniawan Anggota Perkassa 96

Turut Berduka Cita dan Selamat Jalan Untuk Guru Injil Rudy Kurniawan

Posting ini mengenang seorang sahabat Rudy Kurniawan, Anggota Perkassa 96 (Persaudaraan Keluarga Alumni SMAN 1 Purwodadi angkatan 1996. Rudy Kurniawan kami kenal seorang yang amat cerdas dan Cinta akan TUhan. Saat SMA dia sangat aktif di kegiatan gereja dan rohani di sekolah. banyak sekali komentar yang kami himpun ini bisa menggambarkan bagaimana kehidupan beliau selama 40 tahun Masih teringat jelas pertama kali kenal ko Rudy waktu tergabung dlm kepanitiaan retreat Gepembri seJawa-Bali. Hamba Tuhan yg humble, ramah, murah senyum, semangat, dan setia pd pelayanannya. Sedih dan kehilangan sekali saat mendengar kabar ini. Tp Tuhan Yesus jauh lbh sayang sm ko Rud. =,) Selamat jalan ko Rudy Kurniawan ..terimakasih sudah menyelesaikan pelayananmu di dunia. Sampai bertemu kembali di surga kekal. — sedih Komentar Dewi Putri Tak lupa wakil dari Perkassa 96 menyampaikan bela sungkawa mewakili temen-temen Nurlatifah sebagai wakil dari Perkassa 96 Guru Injil dari Gereja Pemberita Injil ini meninggal pada tanggal 14 Agustus 2018, beliau adalah asli Purwodadi... Aktif di Gereja Kristen Indonesia Purwodadi semasa SMA dan kemudian melanjutkan studi di Seminari Alkitab Asia Tenggara. Novarita Adeline Carolina berkomentar Hari ini, 14 Agustus 2018 Om saya, Rudy Kurniawan telah selesai menjalani kehidupan dan pelayanannya di dunia ini, kembali ke Rumah Bapa di usia 40 tahun. Beliau adalah pribadi yang sangat baik, perhatian, sabar, teladan bagi kami semua. Sudah seperti kakak saya sendiri. Tak akan terlupakan momen2 terakhir bersama Beliau. Beberapa waktu yg lalu (setelah Lebaran), saya menjenguknya di Rumah Sakit. Beberapa hari sebelumnya saya baru saja habis cabut gigi geraham. Saat saya masuk kamar ICU, walaupun dengan suara lemah, Om Rudy langsung bertanya: "Gimana giginya Noy?... Baik2?" Deg, saya kaget.. Saya yg jenguk beliau kok malah beliau yg tau dan tanya keadaan saya? Luar biasa perhatiannya Om saya ini. Dalam keadaan sakitpun, Ia (justru) menguatkan kami. Terimakasih atas semua kebaikan dan teladanmu Om Rudy. Kami semua mengasihimu.

Namamu terukir dalam setiap sanubari yang berdecak kagum akan perjalanan pelayanan dan perjuangan iman yang patut diteladani. Sekalipun sakit penyakit menggeroti tubuhmu, tiada ragu dan keluh akan penyertaan dan kasih kepada Tuhanmu. Senyum dan tawamu selalu ada meski raga sakit tiada tara. Kedatangan kawan justru dikuatkan tatkala yang nampak pada dirimu sungguh menguatkan. Selamat jalan bro Rudy Kurniawan. Perjuanganmu di dunia sdh berakhir, damai dan tenanglah kau disana. Roselani, Aldrick dan Erin pasti dalam kasih dan pemeliharaanNya. Olivia Herman 14 Agustus 2018 berkomentar.. ·