Asma Nadia: Corona Bukan Masalah Takut Atau Berani

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Asma Nadia: Corona Bukan Masalah Takut Atau Berani

@FauziTMG
Tetap ke restoran, mall dan cafe, menjalani hari seperti biasa bukanlah tindakan BERANII di tengah krisis global seperti ini, melainkan sikap EGOIS! ‪

Jika kamu masih berkeliaran di luar untuk hal yang tidak perlu padahal kamu punya kesempatan bekerja di rumah, maka kamu membuka peluang terpapar atau menularkan. Tidak sayang nyawamu tidak apa-apa. Urusanmu. Tapi sayangi nyawa keluarga sendiri yang kamu bahayakan.

Kasihani juga mereka yang terpaksa keluar karena butuh mobilitas untuk mencari nafkah, juga para nakes yang berada di garda depan. Kurangi resiko menjadi beban mereka yang tidak perlu. ‪

Tapi di rumah aja kan bosan. Ya resiko di rumah cuma bosan. Resiko kamu keluar pasahal bisa stay di rumah: nyokap bokap, kakek nenekmu bisa meninggal. Orang tua apalagi dengan komplikasi penyakit lain berada pada titik tertinggi ancaman terpapar dan mengalami kematian karena corona. TEGA? ‬ ‪

Gue gak mau ditakut-takuti. Meninggal ya meninggal aja udah takdir!
Kalau yg meninggal kamu doang lain urusan. Social distancing diperlukan. Soildaritas untuk menahan langkah dan di rumah dulu 14 hari setidaknya terbukti meredam percepatan penularan.
Warga Brazil tetap Liburan meski sudah diumumkan Waspada Corona

Ayolah kita sama2 bisa membantu menyelamatkan banyak nyawa tanpa kita sadari‬. Ikthiar sehat wajib, tawakal mengiringi setelah lebih dulu usaha. ‪Bukan saatnya arogan. Bukan saatnya egois. Saatnya mendengar saran para ahli tentang ini dan belajar dari negara2 lain yang 12 hari lalu seperti kondisi kita, namun karena banyak yang santuy, kini satu negeri dilockdown, ribuan nyawa hilang! ‪

Semalam saya mengontak teman di Italia, Spanyol, UK, US, dan semua bilang, kondisi sangat buruk dan tak terbayangkan. Penyebabnya? Di awal merrbak corona, resto, mall, cafe masih buka dan orang2 menganggap corona sepele. Masih berjalan dan melakoni hidup seperti biasa. Tidak menjauhi kerumunan. Baru menyesal ketika virus mewabah. Terlambat.

Terlalu banyak nyawa sudah melayang. Yang sakit tak terbendung. Banyak yang meninggal karena tidak bisa dirawat sebab kapasitas nakes dan RS tidak sebanding dengan wabah yang mendatangkan korban berlipat-lipat banyaknya.

Sebentar lagi hal di atas mungkin terjadi di Indonesia, kecuali setiap kita berpikir cerdas. Please yang tidak perlu tidak usah keluar. Sama-sama bangun solidaritas #dirumahajadulu.

(28 Feb lalu saya tiba di Qatar, 29 Feb baru satu orang di sana yang positif. Sd kemarin sdh 439 korban terinfeksi.
Jangan meremehkan. Kampanyekan di rumah aja dulu. Sambil memperkuat doa, dan mungkin baca-baca buku Asma Nadia dan Isa Alamsyah?:) info dan sinopsis bisa cek instagram.com/asmanadiapreloved khusus edisi bertandatangan penulis🙏)

#author #themuslim500 #writer #jilbabtraveler #coronavirus #coronaupdate
Dikirim oleh Asma Nadia pada Senin, 16 Maret 2020