Patuhi Aturan Sosial Distance, Jangan Bandel!

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Patuhi Aturan Sosial Distance, Jangan Bandel!

@FauziTMG
Masa inkubasi CoronaVirus adalah 14 hari. Dan selama itu orang yang membawa virus (carrier) bisa tampak sehat, normal seperti orang sehat pada umumnya. Supaya orang-orang sehat yang membawa virus ini tidak menularkan lebih jauh ke orang lain, maka pemerintah mengambil kebijakan “social distancing” agar kita tidak berkumpul di kerumunan, di sekolah, di kampus, di cafe, di mal, dan termasuk di masjid, karena ia bisa jadi pusat penularan. Itulah mengapa sekolah dan kampus diliburkan, para pekerja dihimbau untuk bekerja di rumah, dan pergerakan di luar rumah diminimalisir sekecil mungkin.

Bayangkan jika ada satu orang saja orang yang tampak sehat tapi pembawa virus (carrier) kemudian dia masih jalan-jalan. Lalu dia menularkan virus kepada 10 orang di sekitarnya. Sepuluh orang yang tertular tidak akan tahu dia tertular sampai dua minggu ke depan (karena perlu 14 hari untuk inkubasi virus).

Kesepuluh orang ini pulang ke rumahnya masing-masing, dan mereka akan menularkannya kepada keluarganya, kepada isteri dan anak-anaknya, kepada setiap rekan kerja di kantornya. Rekan kerjanya di kantor akan membawa pulang kepada keluarganya, isteri dan anak-anaknya, juga kepada setiap orang yang ia temui dari tempat kerja ke rumahnya, di setiap tombol lift yang ia pencet, di handel pintu yang ia buka, di tiang KRL yang ia pegang, dsb.

Begitulah efek berantai dari penyebaran virus tadi. Dari 1 orang, dapat menyebar ke 10 orang, kemudian ke 100 orang, kemudian ke 1.000 orang, dan seterusnya.

Kita yang muda dan sehat, bisa jadi sembuh setelah terinfeksi Corona. Namun mereka yang sudah lanjut usia dan memiliki riwayat sakit beragam akan sangat rentan terhadap virus ini. Menghindari kerumunan bukan berarti hanya menjaga diri kita dari virus, tapi menjaga orang tua kita, menjaga orang tua-orang tua dari teman-teman kita, tetangga-tetangga kita, dan seterusnya.

Pemerintah Indonesia sudah memutuskan menerapkan “social distancing” dan tes masal. Tugas kita adalah bersatu, bersama-sama mensukseskan penerapan kebijakan ini.

Jangan Ngeyel, jangan bandel, jangan menentang. Jika kita patuh pada kebijakan ini, sangat dimungkinkan keadaan sosial distance ini tidak akan terlalu lama, 21 hari sampai 1 bulan pun cukup. Namun ketika masyarakat masih banyak yang ngeyel & bandel, maka justru situasi ini akan berlarut-larut tanpa kejelasan. Kasihani mereka yang berjuang di garis depan, kasihani mereka yang hidup di garis bawah.